Monday, 28 February 2011

MUHARRAM

Bersahutan kedengaran lunak muaddzin
Mengumandangkan seruan langit...
Petang itu bayu membasahi bumi darul aman
Betapa nikmatmu memulakan tahun yang baru
Syukur kepadamu memanjatkan perlindungan
Agar kau berkati kehidupan hamba setahun ini

Hijrah di kaitkan dengan dirimu
Tetamu pertama di tahun mendatang
Pelbagai nostalgia kejadiaan illahi padamu
Menjadi panduan dan pedoman insan

Hari asyura itu antaranya...
Bukti kekuasan yang rahman dan rahim
Adam di turunkan kemuka bumi.. menjadi khalifah ulung
Bahtera nuh di selamatkan olehNya...
Kerajaan Sulaiman juga di kembalikan
Dan...
Telah bersumpah dengan nama tuhanmu...
Hari kehancuran berlaku.. di 10 muharram ini

Adakah diri ini menjadikan kau pedoman?
Membias tarbiah.. hijrah muharramku
Kau salah satu daripada 12 qamariah islam..
Dan kau pemula sesuatu yang berkah..




Telah di haramkan peperangan padamu..
Kedamaian pada bulan ini...
Habibullah menjadi saksi penghijrahan
Betapa penguat dan pencetus mulanya Islam

Ya Muharram, itulah namamu..
Bulan tarbiah dan hijrah ummah..
Menjadi insan yang lebih bertaqwa...
Hanya kepadanya.....
Dan hanya untuknya....
Al-khaliq...

By:
De_larchque
27/12/2010

Hati Mukmin Pasti Menangis

Suatu petang, di Tahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jeneral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan. Setiap banduan penjara membongkokkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu melintasi di hadapan mereka. Kerana kalau tidak, sepatu 'boot keras' milik tuan Roberto yang fanatik Kristian itu akan mendarat di wajah mereka.

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci.

"Hai... hentikan suara jelekmu! Hentikan... !" Teriak Roberto sekeras-kerasnya sambil membelalakkan mata.

Namun apa yang terjadi? Laki-laki dikamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang. Dengan marah ia menyemburkan ludahnya ke wajah tua sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyucuh wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala. Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan.

Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat galak untuk meneriakkan kata Rabbi, wa ana 'abduka... Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, "Bersabarlah wahai ustaz... InsyaALlah tempatmu di Syurga."

Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustaz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak marahnya. Ia memerintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-kerasnya sehingga terjerembab di lantai.

"Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa hinamu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu! Ketahuilah orang tua dungu, bumi Sepanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan bapa kami, Tuhan Jesus. Anda telah membuat aku benci dan geram dengan 'suara-suara' yang seharusnya tidak didengari lagi di sini. Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mahu minta maaf dan masuk agama kami."

Mendengar "khutbah" itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap Roberto dengan tatapan yang tajam dan dingin. Ia lalu berucap, "Sungguh... aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah. Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemahuanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh."

Sejurus sahaja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah berlumuran darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'. Adolf Roberto berusaha memungutnya. Namun tangan sang Ustaz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat.

"Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto.

"Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!" ucap sang ustaz dengan tatapan menghina pada Roberto.

Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu lars seberat dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustaz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur. Setelah tangan tua itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya baran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung.

"Ah... seperti aku pernah mengenal buku ini. Tetapi bila? Ya, aku pernah mengenal buku ini."

Suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Sepanyol.

Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustaz yang sedang melepaskan nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak. Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto.

Pemuda itu teringat ketika suatu petang di masa kanak-kanaknya terjadi kekecohan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Petang itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa gugur di bumi Andalusia. Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka gelantungan tertiup angin petang yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.

Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mahu memasuki agama yang dibawa oleh para rahib. Seorang kanak- kanak laki-laki comel dan tampan, berumur sekitar tujuh tahun, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Kanak kanak comel itu melimpahkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan kanak - kanak itu mendekati tubuh sang ummi yang tak sudah bernyawa, sambil menggayuti abinya.

Sang anak itu berkata dengan suara parau, "Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa... .? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi... "

Budak kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu apa yang harus dibuat . Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya budak itu berteriak memanggil bapaknya, "Abi... Abi... Abi... " Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapa ketika teringat petang kelmarin bapanya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

"Hai... siapa kamu?!" jerit segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati budak tersebut. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi... " jawabnya memohon belas kasih.

"Hah... siapa namamu budak, cuba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka. "Saya Ahmad Izzah... " dia kembali menjawab dengan agak kasar. Tiba-tiba, Plak! sebuah tamparan mendarat di pipi si kecil.

"Hai budak... ! Wajahmu cantik tapi namamu hodoh. Aku benci namamu. Sekarang kutukar namamu dengan nama yang lebih baik. Namamu sekarang 'Adolf Roberto'... Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang buruk itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki-laki itu.

Budak itu mengigil ketakutan, sembari tetap menitiskan air mata. Dia hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya budak tampan itu hidup bersama mereka. Roberto sedar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustaz. Ia mencari-cari sesuatu di pusat laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeria, "Abi... Abi... Abi... "

Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapanya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bahagian pusat. Pemuda bengis itu terus meraung dan memeluk erat tubuh tua nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas tingkah-lakunya selama ini.

Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun lupa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi... aku masih ingat alif, ba, ta, tha... " Hanya sebatas kata itu yang masih terakam dalam benaknya. Sang ustaz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyeksanya habis-habisan kini sedang memeluknya.

"Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuhi Abi, tunjukkan aku pada jalan itu... " Terdengar suara Roberto meminta belas. Sang ustaz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika setelah puluhan tahun, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.

Sang Abi dengan susah payah masih boleh berucap. "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,"

Setelah selesai berpesan sang ustaz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah "Asyahadu anla IllaahailALlah, wa asyahadu anna Muhammad Rasullullah... '.

Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini. Kini Ahmah Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agamanya, Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya

wallaualam

Malaikat Kecil Menyampai Risalah; Jalan-jalan Ke Syurga


Pada setiap Jumaat, selepas selesai menunaikan solat Jumaat, seorang Imam dan anaknya yang berumur 7 tahun akan berjalan menyusuri jalan di kota itu dan menyebarkan risalah bertajuk "Jalan-jalan Syurga" dan beberapa karya Islamik yang lain.Pada satu Jumaat yang indah, pada ketika Imam dan anaknya itu hendak keluar seperti biasa menghulurkan risalah-risalah Islam itu, hari itu menjadi amat dingin dan hujan mulai turun.

Anak kecil itu mula membetulkan jubahnya yang masih kering dan panas dan seraya berkata "Ayah! Saya dah bersedia", Ayahnya terkejut dan berkata "Bersedia untuk apa?". "Ayah bukankah ini masanya kita akan keluar menyampaikan risalah Allah"

"Anakku! Bukankah sejuk keadaan di luar tu dan hujan juga agak lebat"
"Ayah bukankah masih ada manusia yang akan masuk neraka walaupun ketika hujan turun".Ayahnya menambah "Ayah tidak bersedia hendak keluar dalam keadaan cuaca sebegini"

Dengan merintih anaknya merayu "Benarkan saya pergi ayah?"

     Ayahnya berasa agak ragu-ragu namun menyerahkan risalah-risalah itu kepada anaknya "Pergilah nak dan berhati-hatilah. Allah bersama-sama kamu!". "Terima kasih Ayah" Dengan wajah bersinar-sinar anaknya itu pergi meredah hujan dan susuk tubuh kecil itu hilang dalam kelebatan hujan itu. Anak kecil itu pun menyerahkan risalah-risalah tersebut kepada sesiapa pun yang dijumpainya. Begitu juga dia akan mengetuk setiap rumah dan memberikan risalah itu kepada penghuninya.

     Setelah dua jam, hanya tinggal satu saja risalah "Jalan-jalan Syurga" ada pada tangannya. DIa berasakan tanggungjawabnya tidak akan selesai jika masih ada risalah di tangannya. Dia berpusing-pusing ke sana dan ke mari mencari siapa yang akan diserahkan risalah terakhirnya itu namun gagal.

     Akhirnya dia ternampak satu rumah yang agak terperosok di jalan itu dan mula mengatur langkah menghampiri rumah itu. Apabila sampai sahaja anak itu di rumah itu, lantas ditekannya loceng rumah itu sekali. Ditunggunya sebentar dan ditekan sekali lagi namun tiada jawapan. Diketuk pula pintu itu namun
sekali lagi tiada jawapan. Ada sesuatu yang memegangnya daripada pergi, mungkin rumah inilah harapannya agar risalah ini diserahkan. Dia mengambil keputusan menekan loceng sekali lagi. Akhirnya pintu rumah itu dibuka.

     Berdiri di depan pintu adalah seorang perempuan dalam lingkungan 50 tahun.Mukanya suram dan sedih. "Nak, apa yang makcik boleh bantu?",Wajahnya bersinar-sinar seolah-olah malaikat yang turun dari langit. "Makcik, maaf saya mengganggu, saya hanya ingin menyatakan yang ALLAH amat sayangkan makcik dan sentiasa memelihara makcik. Saya datang ini hanya hendak menyerahkan risalah akhir ini dan makcik adalah orang yang paling bertuah". Dia senyum dan tunduk hormat sebelum melangkah pergi.

"Terima kasih nak dan Tuhan akan melindungi kamu" Dengan nada yang lembut.

Minggu berikutnya sebelum waktu solat Jumaat bermula, seperti biasa Imam memberikan ceramahnya. Sebelum selesai dia bertanya " Ada sesiapa nak bertanyakan sesuatu?",Tiba-tiba sekujur tubuh bangun dengan perlahan dan berdiri. Dia adalah perempuan separuh umur itu. "Saya rasa tiada sesiapa dalam perhimpunan ini yang kenal saya. Saya tak pernah hadir ke majlis ini walaupun sekali. Untuk pengetahuan anda, sebelum Jumaat minggu lepas saya bukan seorang Muslim. Suami saya meninggal beberapa tahun lepas dan meninggalkan saya keseorangan dalam dunia ini." Air mata mulai bergenang di kelopak matanya.

"Pada Jumaat minggu lepas saya mengambil keputusan untuk membunuh diri. Jadi saya ambil kerusi dan tali. Saya letakkan kerusi di atas tangga menghadap anak tangga menuruni. Saya ikat hujung tali di galang atas dan hujung satu lagi diketatkan di leher. Apabila tiba saat saya untuk terjun, tiba-tiba loceng rumah saya berbunyi. Saya tunggu sebentar, pada anggapan saya, siapa pun yang menekan itu akan pergi jika tidak dijawab. Kemudian ia berbunyi lagi. Kemudian saya mendengar ketukan dan loceng ditekan sekali lagi".

"Saya bertanya sekali lagi. Belum pernah pun ada orang yang tekan loceng ini setelah sekian lama. Lantas saya melonggarkan tali di leher dan terus pergi ke pintu". "Seumur hidup saya belum pernah saya melihat anak yang comel itu. Senyumannya benar-benar ikhlas dan suaranya seperti malaikat". "Makcik, maaf saya mengganggu, saya hanya ingin menyatakan yang ALLAH amat sayangkan makcik dan sentiasa memelihara makcik" Itulah kata-kata yang paling indah yang saya dengar".


"Saya melihatnya pergi kembali menyusuri hujan. Saya kemudian menutup pintu dan terus baca risalah itu setiap muka surat. Akhirnya kerusi dan tali yang hampir-hampir menyentap nyawa saya diletakkan semula ditempat asal mereka. "Aku tak perlukan itu lagi". "Lihatlah, sekarang saya sudah menjadi seorang yang bahagia, yang menjadi hamba kepada Tuhan yang satu, ALLAH. Di belakang risalah terdapat alamat ini dan itulah sebabnya saya di sini hari ini. Jika tidak disebabkan malaikat kecil yang datang pada hari itu tentunya roh saya ini akan berada selama-lamanya di dalam neraka"
Tiada satu pun anak mata di masjid itu yang masih kering. Ramai pula yang berteriak dan bertakbir "ALLAHUAKBAR!"

Imam lantas turun dengan pantas dari mimbar lantas terus memeluk anaknya yang berada di kaki mimbar dan menangis sesungguh-sungguh hatinya. Jumaat ini dikira Jumaat yang paling indah dalam hidupnya. Tiada anugerah yang amat besar dari apa yang dia ada pada hari ini. Iaitu anugerah yang sekarang berada di dalam pelukannya. Seorang anak yang seumpama malaikat. Biarkanlah air mata itu menitis. Air mata itu anugerah ALLAH kepada makhlukNya yang penyayang.
Semoga diri ini istiqamah dalam perjuangan..

sumber: i luv islam
editor: nature mujahid

ayatul syifa



Ayatul Syifa' : Al-Quran Sebagai Rahmat dan Penyembuh

Sesungguhnya di dalam al-Quran banyak menyebut tentang ayat-ayat kesembuhan (Ayatul Syifa’) yang membentangkan pelbagai pengajaran penting berkaitan dengan kesihatan dan kesejahteraan diri. Ayat-ayat yang dimaksudkan ialah seperti berikut:
1. Surah at-Taubah: 14:

Perangilah mereka, nescaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.

2. Surah Yunus: 57:

Wahai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

3.  Surah an-Nahl: 69:

Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat ubat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
4. Surah al-Isra’: 82:
 
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian
.
5. Surah asy-Syu’ara’: 80:

Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku,

6. Surah Fussilat: 44:

Dan Jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (Rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka[*1]. mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh".
[*1] Yang dimaksudkan suatu kegelapan bagi mereka ialah tidak memberi petunjuk bagi mereka.

Ketaatan Kepada Perintah Rasulullah dalam Penjagaan Kesihatan
Allah s.w.t. menyuruh setiap hambaNya agar mentaati Rasulullah saw, seperti yang tersebut dalam al-Quran (al-Hasyr:7).

Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.

Mengenai hal-hal yang berkaitan dengan rawatan, Rasulullah saw. ada berpesan agar seseorang itu berubat dengan madu dan al-Quran.
Baginda bersabda:

Hendaklah kamu semua melakukan dua kesembuhan, iaitu dengan menggunakan madu dan al-Quran- Riwayat Ibnu Majah.
Dalam sebuah hadis yang dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya, Rasulullah saw. ada bersabda:

Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit, dan menjadikan bagi setiap penyakit itu ubat, kerana itu hendaklah kamu semua berubat, dan jangan berubat dengan benda yang haram.
Hadis ini diperkuatkan dengan hadis-hadis lain, di antaranya hadis yang berbunyi:

           
Berubatlah, maka sesungguhnya Allah tidak meletakkan penyakit kecuali Allah menyedia­kan baginya ubat, kecuali satu penyakit, iaitu tua.
Al-Quran mengandungi pelbagai pengajaran dan maklumat penjagaan diri daripada pelbagai penyakit, memelihara kesihatan jasad juga roh. Dalam surah al-Maa-idah: 6:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit[*2] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[*3] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.
[*2] Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air.
[*3] Artinya: menyentuh. menurut jumhur Ialah: menyentuh sedang sebagian mufassirin Ialah: menyetubuhi.
Dalam ayat ini Allah s.w.t. menyuruh orang yang beriman yang hendak mendirikan sembahyang agar membasuh muka dan tangan hingga ke siku, menyapu rambut dan kedua belah kaki hingga ke buku lali. Sesungguhnya wuduk yang dilakukan itu berupaya memelihara jasad, menjaga kulit daripada objek najis yang terdapat pada­nya. Membersihkan tanah, debu, kotoran-kotoran dan kuman yang mengotorkan tangan. Begitu juga dengan amalan berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung, bersiwak untuk memelihara gigi dan alat peng­hadam makanan,
Allah s.w.t. juga menyuruh orang yang berjunub agar membersihkan diri (al-Maa-idah: 6) untuk membersihkan seluruh jasad, mengembalikan kecerdasan tubuh, memulihkan semula edaran darah juga mencergaskan fungsi sendi otot dan urat saraf.
Di samping membersihkan anggota zahir, sembahyang merupakan tuntutan menyucikan batin. Mengelakkan diri daripada melakukan dosa-dosa kecil yang ber­panjangan juga kemungkaran dosa-dosa besar. Akan lahir daripada ibadah tersebut semulia-mulia akhlak dalam diri. Dengan sembahyang jiwa menjadi tenang. Ketenangan merupakan asas kesejahteraan individu.
Allah s.w.t. mewajibkan setiap orang agar berpuasa untuk melahirkan rasa takwa. Berpuasa secara tidak langsung memberi kerehatan pada seluruh organ peng­hadaman, menyebabkan puasa sekarang ini merupakan satu kaedah terbaru, yang diterima umum untuk mengu­bat penyakit dalam perut, radang paru-paru, sakit sendi juga lain-lain penyakit serius.
Untuk memelihara kesihatan, Islam menegah se­seorang memakan makanan yang memberi mudarat seperti bangkai, babi dan sebagainya, juga melarang zina kerana ia merosakkan diri dan masyarakat. Rasulullah saw. juga memberi amaran agar jangan memasukkan makanan ke dalam makanan (menambah makanan sebelum makanan di mulut hancur terkunyah), memberi amaran tentang bahaya taun dan kusta dan menggesa orang yang sakit agar berubat. Baginda juga menegah seseorang membuang air kecil di air yang berlari.
Mengambil makanan ketika perlu merupakan satu faktor utama kesihatan yang berterusan. Selain daripada mendatangkan mudarat, amalan menelan makanan sebelum hadam, melakukan pergerakan yang banyak selepas makan juga tidak baik.
Baginda saw. juga menyuruh agar setiap makanan dan minuman ditutup dengan menyebut nama Allah, agar tidak jatuh padanya binatang yang beracun, yang boleh membunuh pemakan atau peminumnya.
Allah s.w.t. menegah seseorang makan atau minum berlebihan (A1-A’raaf: 31),

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid[*4], Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[*5]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
[*4] Maksudnya: tiap-tiap akan mengerjakan sembahyang atau thawaf keliling ka'bah atau ibadat-ibadat yang lain.
[*5] Maksudnya: janganlah melampaui batas yang diperlukan oleh tubuh dan jangan pula melampaui batas-batas makanan yang dihalalkan.

Al-Ustaz Marzuq (1989: 28) menjelaskan bahawa sekiranya seseorang itu ingin hidup terhindar daripada penyakit, mereka hendaklah makan dalam keadaan sederhana, Punca penyakit ialah makanan yang berlebihan.
Sayidina Umar ada berkata:


Jauhilah makan berlebihan, sesungguhnya ia penyebab rosak diri, mewarisi penyakit, me­nyebabkan malas sembahyang, dan hendaklah kamu menjaga makan, kerana ia paling baik untuk jasad, dan hindarkan daripada berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah bencikan orang alim yang gemuk — Riwayat Abu Naim.

Rasulullah s.a.w. juga ada bersabda:

Orang mukmin makan dalam satu perut, walhal orang kafir makan dalam tujuh perut — Riwayat Al-Bukhari dan Muslim.
Hadis yang mulia ini  mengandungi rahsia kesihatan yang besar. Orang yang sedikit makan, sedikit minumnya. Orang yang sedikit minumnya, kurang tidurnya. Daripada orang yang kurang tidur akan lahir keberkatan pada umurnya. Sebaliknya orang yang penuh perutnya, banyak minumnya, menyebabkannya banyak tidur. Orang yang banyak tidur kurang keberkatan umurnya.
Orang yang mengambil makanan berpatutan sejahtera alat penghadaman tubuhnya. Menyebabkan tubuh dan hatinya dalam keadaan baik. Sebaliknya orang yang banyak makan alat penghadamannya akan lemah, penat bekerja dan berkemungkinan akan rosak, menyebabkan rosak seluruh jasad, keras hatinya, pendengarannya lambat menerima hakikat, menyebabkan seluruh panca­inderanya sukar tunduk taat kepada perintah Allah, untuk patuh melakukan sesuatu yang baik.

(Petikan dari Buku Doa & Rawatan Penyakit oleh Tuan Guru Dato' Dr. Haron Din)

bilakah protokol zionis bertindak



Bilakah protokol-protokol ini diwujudkan? Tidak ada maklumat yang jelas. Namun ia nampak berkaitan dengan Muktamar Bale 1897 di Switzerland. Dalam muktamar tersebut, para pemuka Yahudi membincangkan cara-cara untuk menzalimi umat-umat selain Yahudi. Protokol-protokol ini disimpan secara rahsia.

Suatu hari, berlaku pertemuan rahsia antara seorang wanita Kristian dari Peranchis dengan seorang pemimpin besar Zionis di Paris. Secara tidak sengaja wanita itu telah melihat sebahagian daripada isi kandungan protokol lalu dicurinya sebahagian. Kejadian ini berlaku pada tahun 1901.

Wanita Peranchis ini khuatir akan keselamatan dirinya lalu menyerahkannya kepada seorang Ketua Perisik Rusia. Perisik ini pula menyerahkannya kepada Professor Sergay Niloss. Setahun kemudian si professor menyiarkan isi protokol itu dalam bahasa Rusia.

Sebaik-baik sahaja ia disiarkan, serta-merta penganjur Muktamar Bale iaitu Teodor Herzl mengisytiharkan kehilangannya. Penyebaran bahan-bahan itu boleh mendatangkan bahaya kepada kaum Yahudi.

Orang-orang Yahudi marah dengan kejadian ini tetapi menafikan kaitan mereka dengan dokumen-dokumen itu. Menurut mereka, ada pihak yang sengaja memfitnah kaum Yahudi. Malangnya usaha mereka tidak berhasil kerana apa yang sedang berlaku di dunia memang sepadan dengan isi kandungannnya. Mustahil semua itu satu kebetulan saja.

Setiap kali buku tentang protokol ini diterbitkan, dengan begitu pantas pula ia hilang dari pasaran. Dipercayai kaum Yahudi mengumpulkan buku-buku ini secara rahsia lalu menghilangkannya dari pasaran. Ia pernah diterbitkan pada tahun 1905, 1911 dan 1917 tetapi hilang dari pasaran dengan cara yang ajaib.

Protokol-protokol yang sampai ke tangan kita berjumlah 24 protokol. Secara keseluruhannya ia bermatlamatkan penguasaan bangsa Yahudi ke atas seluruh dunia.

Antara isi terpenting Protokol 1:

Sebaik-baik cara untu menguasai dunia ialah dengan merampas kekuasaan dan ancaman, bukan dengan perundingan ilmiah.

Isi penting Protokol 2:

Sebenarnya kejayaan Darwin, Marx dan Nietche sudah lama kira merancangnya...

Media akhbar adalah satu-satunya kekuatan besar yang membolehkan kita menguasai manusia.

Kini persuratkhabaran telah berada dalam tangan kita, dan melaluinya kita telah mendapat pengaruh, emas bertimbun tanpa kita memperlihatkan (muslihat ini) kepada umum.

Isi penting Protokol 8:

...menganjurkan agar jawatan-jawatan terpenting diserahkan kepada orang-orang yang mempunyai rekod yang tidak baik serta rosak akhlaknya...

(macam biasa kulihat di sekelilingku pula
Very Happy)

Kita akan memilih presiden (pemimpin-pemimpin negara) antara orang yang bijak pandai, yang kita bentuk (asuh) ataupun dari konco-konco kita.

Isi penting Protokol 12:

Kita akan cuba melalaikan orang ramai dengan pelbagai corak hiburan dan permainan-permainan (sukan terutamanya) bagi memenuhi masa lapang mereka...

...kita akan menjemput orang ramai spaya menyertai pelbagai perlumbaan (pertandingan) dalam segala lapangan seperti kesenian, sukan dan sebagainya.

Isi penting Protokol 16:

Kita akan menguba semua universiti lalu membangunkannya semula mengikut rancangan-rancangan kita yang khusus...

Isi penting Protokol 17:

Kita akan cuba mencacatkan kehormatan ahli-ahli agama kaum asing (selain Yahudi) supaya kita berjaya menimpakan keburukan ke atas perutusannya, dan masanya tidak lama lagi, hanya beberapa tahun sahaja agama Kristian akan merosot ke peringkat yang paling rendah....

...dan Raja Israel akan menjadi "Pope" kepada dunia.

Isi penting Protokol 19:

... semua pemberontakan (penentangan) terhadap kita hendaklah diumpamakan seperti gonggongan anjing terhadap gajah. ...hendalah gajah (Yahudi) menunjukkan kekuasaannya dengan satu cara yang boleh membinasakan supaya anjing-anjing itu berhenti daripada menggonggong...


renungkan sahabat2...

Monday, 21 February 2011

Hikmah Wuduk Yang Paling Berharga

                                                      http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/Dew_Drop_Lens_by_BioHaZaRD_101_c200x133.jpg

أول مره اعرف ان الوضوء معناه كذا !!

-غسل اليدين : اللهم ناولني الكتاب باليمين

Hikmah membasuh kedua tangan.
Ya Allah semoga daku menerima buku catitan amalanku dengan tangan kanan.

- المضمضــة : اللهم ثبت لساني بالنطق بالشهادة

Hikmah Berkumur.
Ya Allah tetapkanlah lidahku dalam mengucap dua kalimah Shahadah.

- الاستنشــاق : اللهم استنشقني رائحة الجنة

Hikmah Memasukkan air  kedalam lubang hidung.
Ya Allah semoga hidungku dapat mencium bau Syurga.

– الاستنثــــار : اللهم نجيني من رائحة الزقوم

Hikmah mengeluarkan air dari lubang hidung.
Ya Allah lepaskan daku dari mencium bau buah zakum dalam neraka.

– غسل الوجه : اللهم بيض وجهي يوم تسود الوجوه وتبيض الوجوه

Hikmah membasuh muka.
Ya Allah putihkanlah wajahku disaat Engkau menghitamkan muka-muka yang mengingkari perintahmu.

- غسل اليدين إلى المرفقين :

Hikmah membasuh kedua tangan sehingga ke siku.

– اليـد اليمنــى : اللهم اجعلني من أصحاب اليمين

Tangan Kanan : Ya Allah jadikan daku dari golongan yang mendapat keistimewaan.

– اليـد اليسـرى : اللهم نجيني من أصحاب الشمال

Tangan Kiri : Ya Allah jauhkan  daku dari golongan yang Engkau murkai.

– مسح الرأس : اللهم اعتق رقبتي من النار اللهم ردني مرد المؤمنين

Hikmah membasuh kepala.
Ya Allah lindungilah tengkuk dari api neraka tetapi jadikan daku dari golongan orang mukmin.

– غسل الرجلين : اللهم لا تزل قدمي عن الطريق المستقيم

Hikmah membasuh kedua kaki.
Ya Allah jangan gelincirkan tapak kakiku semasa di atas Sirat Al-Mustaqim.

نصيحه :

من كتم علما كان عليه حجة يوم القيامه 


nature_mujahid

Tembok Ya'juj Ma'juj terbuka!



Saya telah melewati halaman menceritakan pendapat Ya’juj & Ma’juj dikurung dalam tembok ghaib. Cerita sensasi ini sangat menarik dan seperti cerita Superman. Namun pendapat ini tidak masuk akal apabila dibandingkan kisah dalam Al-Quran, yang menceritakan tembok diperbuat “manusia” daripada “ketul besi” dan “tembaga cair”. Kaum yang “meminta membuat tembok” pula manusia. Ada mana-mana manusia pelik yang meminta membuat tembok ghaib? Bagaimana pula manusia membantu mendapatkan ketul besi dan tembaga cair yang ghaib?
Gog
Keterangan dan penjelasan sukar dipercayai, dan ini pula melibatkan “persoalan akidah” kerana Allah swt telah memberi keterangan jelas dalam Al-Quran. Artikel tersebut malahan mengaku Ya’juj & Ma’juj adalah manusia, tetapi meminta beriman apabila menyatakan ini “perkara ghaib yang wajib diimani”. Persoalannya semenjak bila Islam menuntut keimanan dengan “manusia yang ghaib”? Bukankah manusia itu tidak termasuk di dalam perkara ghaib? Anda fikirkan sendiri kemunasabahan artikel ini dan kaedah penafsiran mereka.
Tafsiran munasabah ialah keseluruhan musuh dan kaum zalim di dalam Al-Quran adalah manusia biasa. Oleh itu penerangan alternatif lebih munasabah ialah berdasarkan tafsiran melalui buku An Islamic View of Gog and Magog in the Modern World. Rujukan dan pemahaman tambahan boleh diperolehi daripada buku Sūrah al-Kahf and the Modern Age.
Di bawah ini adalah kesimpulan buku termasuk keterangan Al-Quran, Hadis, serta rujukan-rujukan lainnya. Anda boleh merujuk buku dan membuat kajian bagi mendapatkan keterangan terperinci.


Persoalan 1: Samada tembok menyekat Ya’juj & Ma’juj terbuka?


Tembok menyekat kaum Ya’juj & Ma’juj telah lama terbuka apabila orang Yahudi kembali ke Bait al-Maqdis (Jerusalem) dan membentuk negara Israel pada tahun 1948
. Allah swt telah memberi keterangan di bawah bagi menjelaskan kepulangan Yahudi ke Bait al-Maqdis:—

“…Dan mustahil kepada penduduk sesebuah negeri yang Kami binasakan, bahawa mereka tidak akan kembali hingga apabila terbuka tembok yang menyekat Ya’juj & Ma’juj, serta mereka meluru turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi...”; al-Anbiyaa’:95-96


“Penduduk” dimaksudkan ialah orang Yahudi“negeri” adalah Bait al-Maqdis,“Ya’juj & Ma’juj” adalah Yahudi (Khazar), dan “meluru turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi” bermaksud Ya’juj & Ma’juj menguasai dan menjajah keseluruhan aspek kuasa-kuasa pemerintahan dunia.Israel

Allah swt malahan menyatakan “mustahil” bagi orang Yahudi untuk pulang ke Bait al-Maqdis, kecuali setelah tembok menyekat Ya’juj & Ma’juj terbuka dan mereka telah berkuasa. Orang Yahudi telah lama pulang ke negeri Bait al-Maqdis dan membentuk negara Israel pada tahun 1948. Oleh itu apakah penjelasan kepulangan mereka ke Bait al-Maqdis?

Ini bermaksud tembok telah terbuka dan Ya’juj & Ma’juj telah lama menguasai pemerintahan
. Orang Yahudi dikembalikan melalu agenda puak Khazar, iaitu Yahudi Zionis yang menguasai dunia hari ini dan digambarkan di dalam Surah al-Kahfi sebagai kaum Ya’juj & Ma’juj. Mereka malahan boleh dianggap menguasai dunia hari ini kerana tiada negara yang mampu menghalang mereka daripada menghancurkan Palestine.

Fakta kedua menyokong dakwaan tembok Ya’juj & Ma’juj telah lama terbuka ialah berdasarkan keterangan Allah swt di bawah:

“…Maka mereka… tidak dapat menebuknya…”; al-Kahfi:97


Ayat menyatakan mereka tidak dapat “menebuk” tembok tersebut. Beribu-ribu tahun Allah swt memelihara tembok tersebut, dan tiada satu makhluk pun di seluruh alam ini mampu “menebuk” tembok kecuali dengan keizinan Allah swt, iaitu apabila Allah swt mengizinkan Ya’juj dan Ma’juj dilepaskan.

Sebaliknya telah disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim bahwaNabi saw bersabda: “Telah mulai terbuka hari ini dari dinding Ya`juj dan Ma`juj sebesar (lubang) ini.” Rasulullah membuat lingkaran dengan dua jarinya, ibu jari dan jari telunjuk. (HR. Al-Bukhari dari Zainab bintu Jahsyin radhiyallahu ‘anha).

Apakah maksud hadis apabila dibaca bersama ayat 97 surah al-Kahfi yang menyatakan Ya’juj & Ma’juj “tidak dapat menebuknya”? Ini membuktikan Allah swt telah melepaskan mereka kerana fakta tembok berlubang membuktikan mereka telah berjaya menebuk tembok. Tembok tidak akan berlubang jika tidak boleh ditebuk!

Oleh itu fakta tembok berlubang membuktikan Ya’juj & Ma’juj dilepaskan semasa zaman kehidupan Rasulullah saw di Madinah, iaitu selepas Allah swt menukarkan kiblah ke arah Kabbah pada Rejab 2 AH (624 AD). Meraka yang masih berpegang Ya’juj & Ma’juj dilepaskan selepas Dajjal akan terus menerus menunggu sehinggalah bumi ini hancur dan kiamat, dan Ya’juj & Ma’juj tetap tidak kunjung tiba. Sepatutnya mereka memikirkan kembali kepercayaan mereka yang bercanggah dengan Al-Quran dan bertanya diri sendiri jawapan bagi persoalan di bawah:

(a) penjelasan kepulangan orang Yahudi ke Bait al-Maqdis dan membentuk negara Israel pada tahun 1948 (al-Anbiyaa’:95-96), dan

(b) Rasulullah saw menyatakan tembok telah berlubang, iaitu telah berjaya ditebuk (al-Kahfi:97).

(c) Kenapa terdapat ketepatan fakta yang sempurna menghubungkan Al-Quran dengan sejarah Yahudi Khazar? Sedarilah tipu daya itu teorinya tidak tetap dan sentiasa berubah-ubah, manakala kebenaran itu sebenarnya lebih terang dan tetap tidak berubah-ubah.

Persoalan 2:
Samada Ya’juj & Ma’juj manusia?

Yahudi telah kembali ke Bait al-Maqdis namun adakah anda melihat mana-mana raksasa Ya’juj Ma’juj berkeliaran dengan banyak? Sudah tentu tidak kerana Ya’juj & Ma’juj adalah manusia. Allah memberikan petunjuk mengenali Ya’juj & Ma’juj. Ini dijelaskan di dalam Surah al-Kahfi:

“…kemudian ia berpatah balik menurut jalan yang lain. Sehingga apabila ia sampai di antara dua gunung, ia dapati di sisinya satu kaum yang hampir-hampir mereka tidak dapat memahami perkataan. Mereka berkata: “wahai Zulkarnain, sesungguhnya kaum Yakjuj dan Makjuj sentiasa melakukan kerosakan di bumi; oleh itu, setujukah kiranya kami menentukan sejumlah bayaran kepadamu dengan syarat engkau membina sebuah tembok di antara kami dengan mereka?”

Dia menjawab: “(kekuasaan dan kekayaan) yang Tuhanku jadikan daku menguasainya, lebih baik (dari bayaran kamu); oleh itu bantulah daku dengan tenaga aku akan bina antara kamu dengan mereka sebuah tembok penutup yang kukuh. Bawalah kepadaku ketul-ketul besi”; sehingga apabila ia terkumpul separas tingginya menutup lapangan antara dua gunung itu, dia pun perintahkan mereka membakarnya dengan berkata: “Tiuplah dengan alat-alat kamu” sehingga apabila ia menjadikannya merah menyala seperti api, berkatalah dia: “Bawalah tembaga cair supaya aku tuangkan atasnya”.

Maka mereka tidak dapat memanjat tembok itu, dan mereka juga tidak dapat menebuknya. (Setelah itu) berkatalah Zulkarnain: “Ini ialah suatu rahmat dari Tuhanku; dalam pada itu, apabila sampai janji Tuhanku, Dia akan menjadikan tembok itu hancur lebur, dan adalah janji Tuhanku itu benar”…”; al-Kahfi:92-98

Ya’juj & Ma’juj adalah manusia


1. Tembok buatan manusia hanya untuk manusia.

“…tembok di antara kami dengan mereka...”; al-Kahfi:97


Mereka yang meminta pertolongan adalah manusia, dan bagi memisahkan antara manusia dengan manusia (kaum Ya’juj & Ma’juj). Oleh itu dan jika mereka jin, kenapa perlu ada tembok atau perlu memanjat dan menebuk tembok? Bukankah mereka boleh terus berjalan menembusi tembok yang diperbuat oleh manusia? Ini kerana jin dan malaikat tidak dapat dihalang kerana dapat menembusi tembok dibuat manusia.

2. Perbuatan melakukan kerosakan atau “fasad” ke atas manusia.

“…sesungguhnya kaum Yakjuj dan Makjuj sentiasa melakukan kerosakan di bumi...”; al-Kahfi:94

“…Hanyasanya balasan orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya serta melakukan bencana kerosakan di muka bumi...”; al-Maa’idah:33


Kerosakan atau “fasad” ialah perbuatan sesama manusia, dan surah al-Kahfi menyatakan kerosakan dilakukan kepada manusia. Manusia mempunyai kebebasan membuat pilihan dan boleh dipertanggung-jawabkan ke atas fasad dilakukan. Jin mempunyai kebebasan membuat pilihan tetapi makhluk ghaib tidak dapat dikenalpasti sebagai makhluk melakukan fasad.

3. Ya’juj & Ma’juj daripada keturunan manusia.


Dari Abu Said Al-Khudri ra bahawa Rasulullah saw bersabda. “Allah berkata, ‘Wahai Adam, berdirilah dan keluarkan penghuni neraka.’ Adam berkata, ‘Labbaik, wa sa’daik, segala kebaikan berada dalam kekuasaan-Mu. Ya Tuhan, bagaimana penghuni neraka tersebut? Allah menjawab, “Dari setiap seribu terdapat sembilan ratus sembilan puluh sembilan.” … Abu Said mengatakan bahawa mereka berkata, “Siapakah di antara kita yang termasuk orang tersebut?” Rasulullah menjawab. “Sembilan ratus sembilan puluh sembilan Yakjuj dan Makjuj, sedangkan dari kalian hanya satu” (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Ya’juj & Ma’juj daripada keturunan manusia, iaitu daripada keturunan anak lelaki Nabi Nuh bernama Yafis
 dan berhijrah ke utara, iaitu ke Eropah dan Selatan Rusia selepas banjir kering. Keturunan Sam berlegar di sekitar bumi Kanaan lalu membentuk bangsa Arab dan sekitarnya. Keturunan Ham pula berhijrah ke Afrika lalu membentuk bangsa Afrika.

Oleh itu sekiranya seseorang itu berketurunan nabi, beliau semestinya manusia dan malahan boleh dianggap berketurunan mulia dan baik-baik. Oleh itu, tidak munasbah menyatakan Ya’juj & Ma’juj makhluk ghaib (jin?) tetapi berketurunan nabi-nabi.

4. Ya’juj & Ma’juj dimasukkan ke dalam neraka

“…telah tetap hukuman seksa dariKu: “Demi sesungguhnya! Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan semua jin dan manusia…”; as-Sajdah:13


Ya’juj & Ma’juj adalah makhluk boleh dihisab untuk ke neraka atau syurga. Namun mereka dimasukkan ke dalam neraka. Terdapat dua penghuni neraka, iaitu jin atau manusia. Ya’juj & Ma’juj berketurunan Nabi Adam as dan oleh itu mereka bukan jin. Ini membuktikan mereka manusia seperti kita.

Terdapat pelbagai keterangan lain dan anda boleh merujuk buku An Islamic View of Gog and Magog in the Modern World untuk mendapatkan keterangan penuh berserta gambaran peta dan gunung tersebut.

Persoalan 3: Di manakah kedudukan mereka?

Berdasarkan keterangan Surah al-Kahfi:92-98, fakta relevan mengenali Ya’juj & Ma’juj ialah:
a. Negeri Ya’juj & Ma’juj = Khazaria & Russia (Gog is the Anglo-American-Israeli alliance and Magog is Russia)
b. Jalan ke utara = ke utara Iran menuju ke Armenia
c. Di antara dua gunung = Gunung Caucasus
d. Kaum hampir mereka tidak memahami perkataan = Kaum Armenia
e. Tembok besi = Daryal Gorge/Iberian Gates/Caucasian Gates


Siapakah kaum Ya’juj & Ma’juj? Mereka puak Khazar, iaitu 98% bangsa Yahudi kita ketahui hari ini. Yahudi Khazar adalah palsu, dan 12 kaum Yahudi sebenar berkulit gelap, jauh berbeza dari rupa Yahudi kita kenali hari ini. Patung atau lukisan dinding Piramid atau Mesir menunjukkan Firaun adalah negro, dan orang Yahudi berkulit gelap. Mereka kaum bersama Nabi Musa as menyeberangi Laut Merah. Oleh itu bagaimana pula mereka yang berwajah German atau Rusia boleh mengaku mereka Yahudi? Dari kaum ke-13? Inilah perdayaan Ya’juj & Ma’juj.

Persoalan 4:
Di manakah tembok menyekat Ya’juj & Ma’juj?
Anda boleh merujuk buku bagi memahami maksud “tembok yang menyekat Ya’juj & Ma’juj”. Tembok tersebut dipanggil sebagai Daryal Gorge/Iberian Gates/Caucasian Gates, iaitu tembok diperbuat daripada besi bercampur tembaga. Rombongan telah dihantar mencari tembok dibina Zulkarnain pada tahun 50 H dan menemui tembok telah musnah sepenuhnya.

Saya turut ingin berkongsi pendapat peribadi mengenai tembok menyekat Ya’juj & Ma’juj (sekatan). Sekatan lain ke atas puak Yahudi Khazar ialah sebelum Peperangan Waterloo (1815). Pada zaman itu mereka dilayan hina, dan Nathan Mayer Rothschild (1777-1836) membiayai England dalam peperangan menentang Napoleon. Di antara tuntutan Rothschild sebagai balasan ialah Yahudi diberi hak dan perlindungan sama rata. Semenjak itu Rothschild menguasai Bank of England dan Yahudi Khazar hidup bebas.

Tiada lagi sekatan dan mereka 100% bebas menguasai dunia. Mereka bekerjasama dengan Knights Templar (Freemason) bagi mengatur perancangan supaya orang Yahudi berupaya pulang ke Israel dan membentuk sebuah negara bebas. Mereka merancang penjajahan negara lain dan memberi kemerdekaan setelah menukarkan sistem negara, menguasai industri utama dan meletakkan orang-orang mereka di dalam negara jajahan. Mereka malahan bekerjasama membentuk sistem perbankan, pertubuhan dan pelbagai badan menguasai dunia dan seluruh aspek kehidupan kita pada hari ini.

Lokasi Darial Gorge (Update 8/11/2010 : gambar : http://saint-guerre.blogspot.com)

Berikut adalah hasil pencarian dalam Google Maps, Daryal Gorge.

Pandangan jarak jauh

Setelah mencari Darial Gorge menggunakan carian Google Earth saya menjumpai koordinat 42°44′41.00″N 44°37′21.00″E, iaitu terletak di sempadan “Sempadan Georgea dan Rusia”. Kebenaran (letak Ya’juj dan Ma’juj) ini Wallahu’alam..


Pandangan jarak dekat

Dari pada gambarajah ini, jangan lupa dengan dengan carian Google Earth dengan memasukan lat, long: 42°44′41.00″N 44°37′21.00″E, jika kita dapat ke lokasi tempat itu pastinya ia akan nampak lebih menarik, kelihatan seperti ada bongkahan-bongkahan besi.
Persoalan 5: Siapakah “golongan” Ya’juj & Ma’juj?


Kita mengenali Yahudi Khazar sebagai bangsa Ya’juj & Ma’juj. Persoalannya hadis menyatakan bilangan mereka 999 daripada setiap 1,000 orang, dan mereka ini pula adalah manusia. Oleh itu siapakah manusia yang bermaksud 999 setiap 1,000 manusia? Siapakah Ya’juj & Ma’juj yang tidak terhitung banyaknya? Dalam erti kata lainnya, siapakah “manusia tidak terhitung”?

Jawapannya semua manusia yang termasuk golongan mereka. “Golongan” Ya’juj & Ma’juj ialah manusia seperti saya, keluarga saya, anda dan keluarga anda, pemimpin dan ulama yang anda sanjung dan semua manusia di dunia, iaitu mereka yang melaksanakan sistem diperkenalkan mereka ke dalam sistem di dalam negara kita. Siapakah lagi yang selama ini melakukan kerosakan jika bukan manusia yang mengamalkan sistem mereka?

Oleh itu 99.9% manusia adalah tergolong sebagai “golongan Ya’juj & Ma’juj” (Children of Gog & Magog) kerana melaksanakan sistem mereka. Akibat daripada ini lahirlah Ya’juj & Ma’juj berbangsa barat, melayu, india, cina dan semua bangsa yang melaksanakan sistem Ya’juj & Ma’juj. Dakwaan ini dijelaskan melalui surah al-Maa’idah:51:

“…Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani itu sebagai awliya, kerana setengah mereka menjadi teman rapat kepada setengahnya yang lain; dan sesiapa di antara kamu yang menjadikan mereka awliya, maka sesungguhnya ia adalah dari golongan mereka itu…”; al-Maa’idah:51

Keterangan merujuk hari ini. Ini kerana Yahudi dan Kristian tidak menjadi teman rapat pada zaman dahulu. Sebab utama ialah Kristian mendakwa Yahudi bertanggung-jawab membunuh Jesus, iaitu tuhan mereka. Namun itu pada hari ini dan semenjak Peperangan Waterloo (1815) di antara England dan France, mereka bekerjasama.

Ya’juj & Ma’juj telah terlepas daripada sekatan kemanusiaan dan bekerjasama dengan Kristian bagi membentuk pelbagai sistem untuk menguasai dunia. Mereka membentuk “Gog & Magog World Order”.

Oleh itu apakah maksud “adalah dari golongan mereka” apabila hidup di zaman “Gog & Magog World Order” dan mereka bekerjasama menguasai dunia?

Pertamanya hanya terdapat dua golongan utama, iaitu golongan orang Islam atau golongan Ya’juj & Ma’juj. Keduanya ia bermaksud sesiapa yang mengambil dan melaksanakan sistem mereka akan terkeluar dari golongan orang Islam dan menjadi golongan Ya’juj & Ma’juj. Allah akan membiarkan manusia mati sebagai golongan Ya’juj & Ma’juj kerana menyokong perlaksanakan sistem dan cara kehidupan mereka. Maksud selainnya ialah kita menerima nasib sama seperti mereka, iaitu kekal di neraka selamanya.

Selainnya ada yang berkata ini tidak mungkin kerana banyak yang bersyahadah dan melakukan solat, berpuasa, zakat dan menunaikan haji. Perlu diingatkan kembali keterangan al-Maaidah:51 menyatakan “Wahai orang-orang yang beriman!”, iaitu bermaksud mereka ini bukan sekadar Islam dan melakukan Rukun Islam, tetapi mereka malahan memenuhi semua rukun menjadi orang beriman. Mereka adalah orang beriman yang bergetar hati apabila sekadar hanya mendengar nama Allah swt.

Maka orang beriman yang melaksanakan sistem mereka akan menerima nasib yang sama. Berdasarkan alasan ini maka hadis yang menyatakan Ya’juj & Ma’juj tidak terhitung dan 999 setiap 1,000 orang menjadi benar dan munasabah (samada kiraan berdasarkan “seorang dari sahabat” dan 999 dari kita? atau kiraan mengikut nisbah penduduk setiap zaman? Wallahualam).

Fakta ini malahan disokong fakta riba wang kertas dan transaksi melibatkan bank. Ini kerana surah al-Baqarah menyatakan pengistiharan peperangan oleh Allah swt dan Rasulullah saw ke atas orang yang mengambil riba, membayar riba, penulis riba dan saksi kepada perjanjian riba.

“..Oleh itu, kalau kamu tidak juga melakukan (perintah mengenai larangan riba itu), maka ketahuilah kamu: akan adanya PEPERANGAN dari Allah dan RasulNya…”; al-Baqarah:279


“..Dan sesiapa yang mengulangi lagi (perbuatan mengambil riba itu) maka mereka itulah ahli neraka, mereka KEKAL di dalamnya…”; al-Baqarah:275


99.9% akan ke neraka kerana riba wang kertas

Bagaimana seseorang tidak malu mengaku beriman apabila statusnya sedang berperang menentang Allah swt dan Rasulullah saw? Ini satu pengakuan tidak munasabah dan iman sangkaan semata-mata (prasan). Maka melalui surah ini 99.9% bangsa dan golongan Ya’juj & Ma’juj dimasukkan ke neraka serta kekal di dalamnya.

Keterangan Surah Al-Baqarah sepatutnya membuatkan hatinya seakan-akan tercabut kerana kedasyatannya. Namun itu bagi golongan Ya’juj & Ma’juj, kesemua ini tidak mendatangkan ketakutan dan menjadi hiburan menghalalkan yang haram. Mereka sentiasa sahaja mempunyai alasan untuk menyelisihinya.

Kepada yang beriman, fakta dan Gog & Magog World Order adalah ujian tersangat sukar. Sudah tentu dan siapakah tidak berakal menyangka Allah swt memberikan ujian mudah ke syurga? Soalan di sini sahaja telah pun membingungkan manusia menjawabnya, maka tidak dapat dibayangkan pula apabila Allah swt pula menyoal di akhirat.

Dengan ujian kehidupan yang berat maka Rasulullah saw menyatakan akan datang kepada umat ku suatu zaman di mana orang yang berpegang kepada agamanya laksana menggenggam bara api. Rasulullah saw dengan itu memberi “perintah yang sangat tegas” untuk meninggalkan semua puak walau terpaksa berpaut kepada akar pokok hingga mati, bemaksud pilihan mati bagi memelihara keimanan jauh lebih baik daripada menjadi golongan Ya’juj & Ma’juj.

Ianya juga perjuangan yang selari dengan cerita Ashaab’ul-Kahfi dan Ar-Raqiim di dalam Surah Al-Kahfi, iaitu pilihan antara “keimanan” atau “kehidupan dunia tanpa iman”. Dalam hadis lain pula Rasulullah saw memberikan gambaran kehidupan orang beriman:

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “…Selagi akan datang suatu masa di mana orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya, kecuali bila ia lari membawanya dari suatu puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan dari suatu lubang kepada lubang yang lain. Maka apabila zaman itu telah terjadi, segala pencarian (pendapatan kehidupan) tidak dapat dicapai kecuali dengan perkara yang membabitkan kemurkaan Allah swt…”. (HR Baihaqi)

Keterangan lain yang menyokong seperti yang terkandung di dalam Surah An-Nisaa:97

Maksudnya: “..Sesungguhnya orang-orang yang diambil nyawanya oleh malaikat semasa mereka sedang menganiaya diri sendiri (kerana enggan berhijrah untuk membela Islam dan rela ditindas oleh kaum kafir musyrik), mereka ditanya oleh malaikat dengan berkata: “Apakah yang kamu telah lakukan mengenai agama kamu?” Mereka menjawab: Kami dahulu adalah orang-orang yang tertindas di bumi. Malaikat bertanya lagi: “Tidakkah bumi Allah itu luas, yang membolehkan kamu berhijrah dengan bebas padanya?” Maka orang-orang yang sedemikian itu keadaannya, tempat akhir mereka ialah neraka jahanam, dan neraka jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali..”; al-Quran: An-Nisaa:97

Berdasarkan di atas maka orang beriman tiada sebarang alasan yang sah pada hari akhirat. Rasulullah saw juga telah memberikan perintah khusus dan mengingatkan mereka, maka itu tidak haruslah orang beriman mempunyai ketetapan lain:

“…dan tidak harus bagi orang beriman, lelaki dan perempuan — apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara — mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata…”; al-Ahzaab:36


*Sumber : http://halaqah.net

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...